
~Berbeda~
setiap sahabat menampilkan sebuah dunia di dalam diri kita,suatu dunia yang mungkin tak kan pernah ada kalau si sahabat tidak muncul,dan hanya lewat pertemuan ini sebuah dunia akan lahir. (anais nin)
setiap sahabat menampilkan sebuah dunia di dalam diri kita,suatu dunia yang mungkin tak kan pernah ada kalau si sahabat tidak muncul,dan hanya lewat pertemuan ini sebuah dunia akan lahir. (anais nin)
Sebagian besar teman-temanku disebut “punk” oleh masyarakat. Kami adalah remaja yang suka kumpul di kedai kopi atau bioskop karena tak punya pekerjaan lain. Tapi menjadi anak punk tidak banyak berarti.
Pada suatu sore, setelah seharian bengong, kami duduk-duduk di McDonald's. Masuklah seorang anggota kelompok kami,seorang pemuda yang baru saja ku kenal. Brian adalah tipe khas remaja punk, berpakaian hitam dengan rambut di cat. Tepat sebelum melangkah masuk,ia meneriakan sesuatu kepada seorang leleki yang berjalan keluar. Aku hanya berharap dia tidak memulai suatu keributan. Ia duduk, dan semenit kemudian seorang pria tuna wisma berbadan tegap menjulurkan kepalanya dan memandang brian.
“Tadi kau berbicara apa padaku, hah?” kata si orang itu. Sinar matanya terlihat menakutkan. Tubuhku mengerut di sandaran kursiku. Kalu brian memancing perkelahian, ia telah salah memilih lawan. Sudah sering aku melihat orang menghantam kaum remaja punk seperti kami-kami ini kalau kami berulah.
Sementara kami semua mundur teratur, brian malah berdiri dan menghampiri orang itu. “iya… mau ikut makan?”
Tarikan napas lega hampir terdengar. Si lelaki itu tersenyum dan melangkah masuk.
Setelah menghabiskan hamburger,kentang goreng, dan makana pencuci mulut, orang itu pergi lagi, bahkan para pegawai restoran melambaikan tangan padanya. Ketika kami menanyakan brian soal itu, ia mengatakan punya uang yang tak di butuhkannya, sementara orang tadi tidak mempunyai uang sepeser pun. Jadi, apa yang dilakukannya kepada orang tadi memeng wajar.
-tempat yang penuh rahasia adalah daerah air mata.-
(antoine de saint)
